Pantograph KRL

Juni 12, 2008 at 10:05 am Tinggalkan komentar

Pantograph
> Kalau pantograph ini bisa dilipat, saya kira artinya bahwa KA
Amtrak
> tersebut bisa tetap operasional dengan menggunakan tenaga
diesel/lokomotif.

Setahu saya Acela ini tidak bisa beroperasi tanpa aliran listrik
(PLAA). Bombardier (produsen Acela) baru-baru ini meluncurkan
prototip Acela versi turbin gas.

Lihat: http://www.bombardier.com/en/1_0/pressrelease.jsp?
group=1_0&lan=en&action=view&mode=list&year=2002&id=1763&sCateg=1_0

Lok FL 9 dan penggantinya, Genesis, yang digunakan di Northeast
Corridor antara NYC dan Boston menggunakan sistem propulsi diesel
elektrik-elektrik. Artinya dia menggunakan mesin diesel biasa, namun
juga bisa mengambil arus listrik dari rel ketiga.

Di Inggris, lok elektrik-diesel elektrik kelas 73 sumber propulsi
utamanya adalah arus listrik dari rel ketiga, namun juga memiliki
mesin diesel 600 hp untuk cadangan (kalau melewati wesel yang
panjang) dan langsir di jalur cabang.

Pantograf lebih ideal untuk kecepatan sampai sekitar 300 km/jam.
Waktu eksperimen KA cepat di Perancis (pra-TGV), pantograf lok yang
dipakai sempat kepanasan dan leleh lho! Setelah itu disainnya
diperbaiki sehingga bisa dipakai untuk kecepatan tinggi.

Semua KA yang sekarang jalan di Indonesia, pakai rem angin sistem
Westinghouse (atau variannya Knorr) untuk pengereman seluruh rangkaian KA.
selain itu kalau untuk lok, ada independent brake (yg bekerja untuk lok
sendiri)
Untuk membuka rem (sehingga sepatu rem tidak menekan roda) maka kedalam
saluran angin sepanjang KA diisi tekanan, tekanan ini mengisi tabung
reservoir di tiap tiap gerbong melalui sebuah katup yang disebut “triple
valve”, katup ini akan mengisi reservoir selama tekanan udara ada di
saluran. begitu tekanan di saluran dikurangi, katup itu akan membuat udara
yang ada dalam reservoir menekan silinder rem. Semakin mendadak pengurangan
tekanan yg ada dalam saluran maka penekanan silinder rem akan makin kuat.

Sistem ini, kebalikan dari rem angin pada truk atau bis, kalau di truk
silinder ditekan dengan memberi kan tekanan angin langsung.

Kenapa begitu, ya supaya KA “fail safe”, misalnya rangkaian terputus,
otomatis selang antar rangkaiannya juga lepas, tekanan akan berkurang
mendadak dan rangkaian akan mengerem darurat. Kalau yang ditarik loko, ya
ngerem juga, rodanya terkunci, tapi kalau masinisnya tidak memperhatikan dan
main tarik terus, ya akibatnya roda rangkaian pada benjol nantinya.

Menurut gossip, KRL Holec yang kalau jalan bunyinya dukdukdukduk (apalagi
kalau pas lagi lewat Gambir dan kita ada dilantai bawahnya, kedengaran
jelas). Itu akibat pengisian salurannya kurang cepat, jadi roda sebagian
masih terkunci udah ditarik saja, jadi pada benjol, akibatnya ya bunyi
dukdukdukduk itu!

Nah menjawab pertanyaan sdr Ken:
Handel rem darurat itu fungsinya untuk membuka katup yang terhubung ke
saluran angin yg menjalar sepanjang KA. begitu ditarik, tekanan di saluran
akan terbuang, jadi KA akan mengerem darurat. nggak pakai sensor dll murah
meriah!

Di luar negeri, terutama AS, sekarang memang lagi dikembangkan sistem
pemberian komando pakai sinyal elektrik ke rangkaian, soalnya karena makin
panjangnya rangkaian, rambatan angin dalam saluran anginnya jadi relatif
lambat, jadi pengereman nggak bisa sekaligus, tapi mulai dari rangkaian yang
paling dekat loko. Penjalaran sinyal elektrik yang cepat, diharapkan dapat
mengatasi masalah itu.

Sistem Westinghouse ini aman sih aman, tapi kalau nggak hati hati, misalnya
waktu menggandeng rangkaian yang kosong semua reservoirnya, katup antar
gerbong lupa di buka, masinis melihat kalau saluran angin sudah terisi
dikiranya sudah OK dan berangkat, nanti waktu mau ngerem rangkaian pasti
terkejutnya setengah mati! Makanya sekarang kita sering melihat terutama
distasiun pemberangkatan awal, ada petugas yang bawa-bawa manometer, yang
akan pergi ke belakang rangkaian yang paling belakang dan melakukan
pengecekan apakah saluran anginnya terisi oleh pengisian yang dilakukan loko
di depan.

Ada lagi masalah kalau di Indonesia kita sering melihat adanya orang yang
naik KA disambungan antar KA, ini sangat membahayakan (bukan buat orangnya,
koit juga nggak apa itung itung mengurangi kebodohan di Indonesia, tapi buat
sistem pengereman KA). Kalau secara sengaja atau tidak katup saluran antar
gerbong tersenggol dan tertutup, maka waktu masinis melakukan pengereman,
sebagian rangkaian akan mengerem karena salurannya masih terhubung, tetapi
untuk gerbong yang salurannya tertutup dan sampai ke rangkaian paling
belakang rem tidak akan berfungsi, karena salurannya masih terisi tekanan
dan tertutup jadi tidak ikut turun tekanannya. (memang untuk membuka dan
menutup katup nggak semudah tersenggol, tapi dapat dibayangkan kalau diinjak
misalnya, tenaganya cukup untuk memutar katup!)
Sebaliknya kalau selangnya terinjak dan lepas, seluruh rangkaian akan
mengerem mendadak.

Sewaktu jaman SS, sistem pengereman yang digunakan adalah sistem vacuum
(makanya ornag kita bilang kalau rem mobil, motor atau sepedanya bagus,
disebut remnya pakem! dari vacuum). Kalau sistem ini sepanjang saluran rem
udara ditarik sampai vacuum untuk membuka rem. Waktu mau mengerem,
dibocorkan udara luar ke dalam saluran, maka akan menekan rem. Sama, kalau
rangkaian putus maka saluran akan langsung terisi udara, jadi mengerem
darurat. kekurangannya adalah tekan remnya tidak bisa sebesar sistem udara
tekan Westinghouse, soalnya tekanan udara normal kan cuma 1 atm, sedang
sistem Westinghouse bisa 6-7atm lebih malah.

Lok lok diesel lama BB301 ada sebaian yang mempunyai dua sistem,
Westinghouse dan vacuum, jadi di dalam lok ada kompressor dan pembangkit
vacuum.

Oh ya, pernah lihat kalau petugas waktu akan melangsir gerbong penumpang?
yang dilakukan pertama pasti menarik handel dibawah gerbong untuk
menghilangkan tekanan yang ada di dalam reservoir, supaya sepatu remnya
terangkat. Soalnya untuk menghemat waktu biasanya gerakan langsiran
dilakukan tanpa menghubungkan saluran angin rem! pengereman dilakukan
mengandalkan independent brake loko saja.

Di stasiun Pasarturi, saya pernah menyaksikan lok langsir D301 sedang
melangsir rangkaian gerbong penumpang. Waktu direm, roda lokonya memang
sudah berhenti, tapi masih keseret sama momentum rangkaian gerbong! lumayan
sampai beberapa meter sih ada.

Entry filed under: KERETA API KUW. Tags: .

JENIS KRL PERSIGNALAN KERETA API

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Apr   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: